Senin, 27 Oktober 2014

Cukup menjadi sahabatmu saja.



Aku bahagia. Meskipun kita tak pernah benar-benar bersama dalam ikatan yang indah.
 Tapi setidaknya, aku menjadi bagian dalam hidupmu, yup, menjadi sahabatmu.
Itu sudah cukup.
Meski terkadang aku ingin merasakan yang lebih dari itu.
Tapi, sudahlah, bukankah cinta tak bisa dipaksakan?
Aku sudah bisa menerima kenyataan, bahwa kau memang tak pernah punya perasaan lebih dari sahabat.
Iya kan ?
kamu tau, kamu begitu berharga buat aku.
Tapi mungkin kamu tak pernah sadar akan hal itu.
Aku bertahan dari rasa sakit ini bukan untuk mendapatkan belas kasihmu, bukan untuk mendapatkan balasan dari cintaku ini.
Aku tak peduli pada perasaanku saat ini, entah itu sakit ataupun lelah, yang aku inginkan hanya untuk melihatmu tersenyum dan tertawa, hanya ingin menjadi sahabatmu.
Itu saja..
tak ada maksud lain lagi.
Karena, aku suka tawamu, aku suka senyummu.
Aku tak ingin lagi mengharap perasaanku kan kau toleh.
Aku hanya ingin, kita tetap menjadi sahabat.
Dan aku masih bisa menghubungimu.
Aku sudah lelah mengharap cinta darimu, aku menyerah.
Hanya menjadi sahabatmu, aku sudah sangat bahagia.
Dengan begitu, aku bisa tetap bersamamu.
Dan  Aku masih bisa bercanda denganmu.
Itu sajaa..
Dan aku yakin, suatu saat, perasaan ini akan berubah, dan yang tersisa mungkin hanya perasaan yang tulus bagi seorang sahabat :)


Jangan di depan mataku

bukan aku tidak mau berpisah denganmu, bukan aku tak ingin melupakanmu, bukan aku ingin selalu menantimu. Bukan! aku hanya ingin mencintaimu, hanya itu. walau aku pun tak mungkin bisa memiliki.
aku harus kehilanganmu. sebenarnya bukan kehilangan. Entahlah, aku merasa kehilanganmu, tapi aku tak pernah memilikimu. Sebenarnya aku tau kamu mengerti perasaan ini. Tapi, kamu memang tidak memiliki rasa sepertiku. Kamu hanya bisa menganggapku sebagai teman bukan?  baiklah, aku mencoba menerima itu semua.
malam ini, aku merasa sangat-sangat merindumu. Aku tak sanggup lagi membendung air mata ini saat aku mengingatmu. kamu sekarang bersama wanitamu itu. Bukan aku tak bisa terima, tapi bisakah jangan seperti itu di depan mataku? bisakah kamu memahami perasaanku? bisakah kamu jangan mengumbar kemesraan bersamanya didepan mataku? Kumohon, aku sangat sakit melihat kalian seperti itu. Rasanya ingin menangis, tapi aku tak mampu. Saat melihatmu dengannya, aku hanya bisa diam. diam menahan Sakit :(
Sekali lagi kumohon, jangan didepan mataku saat kau genggam tangannya.

Selasa, 14 Oktober 2014

Ingin Pergi :(



Terkadang aku ingin pergi jauh dari kehidupan ini.
Terbang tinggi meninggalkan kenyataan.
Terkadang aku berfikir,bagaimana aku bisa menemukan hidup baru tanpa ada bayang-bayang dirinya sekarang juga.
Tapi itu semua tak mungkin kulakukan.
Aku yang terlanjur menyayanginya, meskipun aku selalu tersakiti. Aku tak ingin meninggalkan ini semua, keindahan disamping luka.
Meskipun saat hatiku letih, logikaku berfikir tuk pergi.
Aku ingin terus melihat senyum itu, aku ingin terus melihat tawa itu, aku ingin selalu melihat wajah itu.
Aku ingin selalu bersamanya, meski hanya dalam sahabat.
 Terkadang aku merasa takut, takut jika perasaan bodoh ini menghancurkan semuanya.
 Untuk itu aku berusaha memendam perasaan ini sedalam-dalamnya.
Kenapa aku tak bisa menghapus perasaan ini ?
padahal nyatanya, dia tak pernah mengharapku.
Nyatanya, aku selalu mencintanya dalam diam.
 Itupun aku hanya bisa mengaguminya dari jauh.
Dan sekarang dia semakin jauh, semakin hilang bersama wanitanya.
Oh Tuhan, sampai kapan aku harus begini?
Sampai saat ini, sudah terlalu lama ku lalui cinta bodoh ku ini.
 Mengapa sampai saat ini aku tidak bisa membuka hati untuk orang lain?
Bahkan aku tak inginkan dekat dengan orang lain.
Aku ingin bersamanya Tuhan.
 Oh tidak, aku tak boleh memaksa.
Aku tau, Engkau punyai sesuatu untukku.
Aku yakin yang akan Engkau berikan lebih baik dari apapun. 
Haaa, tapi aku merasa letih, kenapa aku belum bisa mengubah prioritas isi hatiku?
Apa mungkin hatiku tlah beku dengan namanya.
 Padahal dia tlah dimiliki orang lain, dan itu sahabatku sendiri, sahabat yang selalu aku sayang.
Aku letih seperti ini, tapi aku tak mau pergi.