Selasa, 30 September 2014

Dalam Mimpipun Kamu Meninggalkanku :'(



Semalam, saat ku tlah terlelap imajinasiku bergerak, membawaku terbang ke dalam mimpi. Disana, di dunia mimpiku, aku merasa bebas, aku bisa menari sesukaku. Hingga tiba-tiba kamu datang, tersenyum, lalu menggenggam tanganku dan membawaku lari bersamamu. Kamu membawaku ke suatu tempat yang sangat ku kenal. Yah, tempat ini, tempat dimana dulu kita tertawa bersama, tempat dimana dulu kau membuat jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. Aku sangat rindu tempat ini... kamu menatapku dan berkata, ‘kau ingat tempat ini?’ aku tersenyum. Tanpa berucap. Dalam hati aku berkata, ‘kau bodoh, tentu saja aku ingat. Aku selalu ingat tempat ini, karna aku tak pernah menghapus kenangan kita. Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu.’
kau menarik tanganku lagi, dan berlari sambil tertawa. Aku tersenyum. Aku rindu saat-saat seperti ini. Aku rindu tawamu yang manis itu :)
Namun, tiba-tiba kau berhenti. Kau menatap sesuatu, bukan, itu bukan sesuatu, melainkan seseorang. Seorang gadis yang tersenyum dan melambaikan tangan padamu. Kurasa aku kenal gadis itu, tapii, entahlah, aku lupa siapa dia.
Kamu melepas tanganku, dan berjalan kearahnya. Aku bingung, aku memanggilmu, tapi kau tak hiraukan aku. Kamu memeluk gadis itu, dan pergi meninggalkan tempat ini. Aku masih saja memanggilmu, tapi kau tak mendengarku. Kau pergii.. kau meninggalkanku. Aku terdiam, lelah memanggilmu yang tak kunjung berbalik. Dadaku terasa sesak, mataku panas, aku menangis. Sekarang aku ingat, dia adalah gadis yang membuatmu melupakanku, dia adalah gadis yang kau cintai itu. Aku terjatuh, tak kuasa menahan sesak didada. Ku pejamkan mata, menenangkan hati yang serasa sesak.
Aku terhenyak, saat sinar mentari pagi menerobos masuk. Kulihat di sekitar, ini bukan tempat itu, ini kamarku. Ah mimpi. Pikirku. Tapi mataku basah, air mata masih saja menetes. Kenapa kamu membuatku menangis lagi? Kenapa kamu masih saja hadir walau dalam mimpi. Bahkan dalam mimpi pun kamu meninggalkanku bersama gadis itu.
Entahlah, aku tak lagi ingin terhanyut dalam angan yang takkan bisa ku gapai lagi. Aku sudah lelah, dan aku menyerah. Bukan sebagai pencundang, tapi sebagai seseorang yang tak pernah kau lihat cintanya.

Minggu, 21 September 2014

Selamat Malam Obsesiku :)



Selamat malam Obsesiku
Entah  apa lagi yang aku harapkan darimu, mungkin hanya sebuah pengharapan kecil yang semakin lama kan semakin hilang. Aku berharap bisa terlepas dari obsesi gilaku ini. Selama ini, kau sebuah obsesi yang tak pernah mampu ku miliki. Obsesi dalam setiap angan yang tak pernah menjadi nyata. Kau membuat ku menggila. Kau selalu menari-nari dalam benakku. Entahlah mungkin semua orang yang tau akan hal ini akan menyebutku gila atau mungkin menggilaimu. Memang aku menggilaimu. Entah apa yang membuatku seperti ini, aku selalu menulis tentangmu, berdoa kepada Tuhan tuk milikimu, tapi Tuhan tak pernah mau aku memilikimu. Tidak, aku tidak menyalahkan Tuhan karena aku tak bisa milikimu, mungkin Tuhan miliki hal yang lebih hebat daripada hanya obsesiku terhadapmu. Aku diam saja dengan keputusan Tuhan. Aku tak mau membuatNya kecewa. Tapi aku masih dan selalu mengharapmu. Entahlah, akupun juga bingung dengan perasaan ku ini. Aku masih mengharapmu, tapi aku tak bisa lakukan apa-apa. Selama ini memang kau tak pernah menggubris hadirku, oke, aku terima. Tapi jangan pernah menyuruhku berhenti mencintai dan mengagumimu. Aku tak peduli meskipun kau tak pernah melihatku. Tapi aku disini tetap mencintaimu. Aku tak peduli meskipun kau bersama wanitamu, toh aku belum tau bahwa dia adalah kekasih sejatimu. Bukan aku mendoakan hal buruk tentangmu. Tapi aku hanya ingin mengagumimu dan aku hanya ingin menyimpan ini semua tanpa ada yang tau. Dan mungkin ini semua akan berakhir ketika aku telah sampai diujung lelah penantianku. Dan saa itu pula aku akan menjauh darimu, dan melepas obsesi yang selama ini ku pertahankan. Entah itu kapan kan terjadi. Tapi aku yakin semua ini akan terjadi suatu saat nanti. Yaa, suatu saat nanti !!!