Terkadang aku ingin pergi jauh dari
kehidupan ini.
Terbang tinggi meninggalkan kenyataan.
Terkadang aku berfikir,bagaimana aku
bisa menemukan hidup baru tanpa ada bayang-bayang dirinya sekarang juga.
Tapi itu semua tak mungkin kulakukan.
Aku yang terlanjur menyayanginya,
meskipun aku selalu tersakiti. Aku tak ingin meninggalkan ini semua, keindahan
disamping luka.
Meskipun saat hatiku letih, logikaku
berfikir tuk pergi.
Aku ingin terus melihat senyum itu, aku
ingin terus melihat tawa itu, aku ingin selalu melihat wajah itu.
Aku ingin selalu bersamanya, meski hanya
dalam sahabat.
Terkadang aku merasa takut, takut jika
perasaan bodoh ini menghancurkan semuanya.
Untuk itu aku berusaha memendam perasaan ini
sedalam-dalamnya.
Kenapa aku tak bisa menghapus perasaan
ini ?
padahal nyatanya, dia tak pernah
mengharapku.
Nyatanya, aku selalu mencintanya dalam
diam.
Itupun aku hanya bisa mengaguminya dari jauh.
Dan sekarang dia semakin jauh, semakin
hilang bersama wanitanya.
Oh Tuhan, sampai kapan aku harus begini?
Sampai saat ini, sudah terlalu lama ku
lalui cinta bodoh ku ini.
Mengapa sampai saat ini aku tidak bisa membuka
hati untuk orang lain?
Bahkan aku tak inginkan dekat dengan
orang lain.
Aku ingin bersamanya Tuhan.
Oh tidak, aku tak boleh memaksa.
Aku tau, Engkau punyai sesuatu untukku.
Aku yakin yang akan Engkau berikan lebih
baik dari apapun.
Haaa, tapi aku merasa letih, kenapa aku
belum bisa mengubah prioritas isi hatiku?
Apa mungkin hatiku tlah beku dengan
namanya.
Padahal dia tlah dimiliki orang lain, dan itu
sahabatku sendiri, sahabat yang selalu aku sayang.
Aku letih seperti ini, tapi aku tak mau
pergi.