Minggu, 23 November 2014

Merindunya



Mungkin kata rindu memang tak ada habisnya untuk seseorang yang terlanjur jatuh cinta. 
Rindu... kata yang tidak lagi asing untuk setiap perindu. 
Rindu... ungkapan yang kadang tak pernah mempunyai akhir. 
Dan rindu, hal yang selalu aku rasakan. 
Aku bukan perindu, tapi aku selalu merindukannya. 
Sebab rinduku tak pernah punya tujuan yang pasti.
 Rinduku selalu hanya sampai kata ‘ingin’. 
Ya, ingin melihatnya.
 Tapi nyatanya, rinduku tak pernah bisa melihatnya, tak pernah sampai memeluknya. 
Rinduku hanya sampai diujung suara yang tak pernah dia dengar. 
sebab, rinduku hanya sebatas rindu pada seseorang yang tak pernah mengharapkanku.

Senin, 27 Oktober 2014

Cukup menjadi sahabatmu saja.



Aku bahagia. Meskipun kita tak pernah benar-benar bersama dalam ikatan yang indah.
 Tapi setidaknya, aku menjadi bagian dalam hidupmu, yup, menjadi sahabatmu.
Itu sudah cukup.
Meski terkadang aku ingin merasakan yang lebih dari itu.
Tapi, sudahlah, bukankah cinta tak bisa dipaksakan?
Aku sudah bisa menerima kenyataan, bahwa kau memang tak pernah punya perasaan lebih dari sahabat.
Iya kan ?
kamu tau, kamu begitu berharga buat aku.
Tapi mungkin kamu tak pernah sadar akan hal itu.
Aku bertahan dari rasa sakit ini bukan untuk mendapatkan belas kasihmu, bukan untuk mendapatkan balasan dari cintaku ini.
Aku tak peduli pada perasaanku saat ini, entah itu sakit ataupun lelah, yang aku inginkan hanya untuk melihatmu tersenyum dan tertawa, hanya ingin menjadi sahabatmu.
Itu saja..
tak ada maksud lain lagi.
Karena, aku suka tawamu, aku suka senyummu.
Aku tak ingin lagi mengharap perasaanku kan kau toleh.
Aku hanya ingin, kita tetap menjadi sahabat.
Dan aku masih bisa menghubungimu.
Aku sudah lelah mengharap cinta darimu, aku menyerah.
Hanya menjadi sahabatmu, aku sudah sangat bahagia.
Dengan begitu, aku bisa tetap bersamamu.
Dan  Aku masih bisa bercanda denganmu.
Itu sajaa..
Dan aku yakin, suatu saat, perasaan ini akan berubah, dan yang tersisa mungkin hanya perasaan yang tulus bagi seorang sahabat :)


Jangan di depan mataku

bukan aku tidak mau berpisah denganmu, bukan aku tak ingin melupakanmu, bukan aku ingin selalu menantimu. Bukan! aku hanya ingin mencintaimu, hanya itu. walau aku pun tak mungkin bisa memiliki.
aku harus kehilanganmu. sebenarnya bukan kehilangan. Entahlah, aku merasa kehilanganmu, tapi aku tak pernah memilikimu. Sebenarnya aku tau kamu mengerti perasaan ini. Tapi, kamu memang tidak memiliki rasa sepertiku. Kamu hanya bisa menganggapku sebagai teman bukan?  baiklah, aku mencoba menerima itu semua.
malam ini, aku merasa sangat-sangat merindumu. Aku tak sanggup lagi membendung air mata ini saat aku mengingatmu. kamu sekarang bersama wanitamu itu. Bukan aku tak bisa terima, tapi bisakah jangan seperti itu di depan mataku? bisakah kamu memahami perasaanku? bisakah kamu jangan mengumbar kemesraan bersamanya didepan mataku? Kumohon, aku sangat sakit melihat kalian seperti itu. Rasanya ingin menangis, tapi aku tak mampu. Saat melihatmu dengannya, aku hanya bisa diam. diam menahan Sakit :(
Sekali lagi kumohon, jangan didepan mataku saat kau genggam tangannya.

Selasa, 14 Oktober 2014

Ingin Pergi :(



Terkadang aku ingin pergi jauh dari kehidupan ini.
Terbang tinggi meninggalkan kenyataan.
Terkadang aku berfikir,bagaimana aku bisa menemukan hidup baru tanpa ada bayang-bayang dirinya sekarang juga.
Tapi itu semua tak mungkin kulakukan.
Aku yang terlanjur menyayanginya, meskipun aku selalu tersakiti. Aku tak ingin meninggalkan ini semua, keindahan disamping luka.
Meskipun saat hatiku letih, logikaku berfikir tuk pergi.
Aku ingin terus melihat senyum itu, aku ingin terus melihat tawa itu, aku ingin selalu melihat wajah itu.
Aku ingin selalu bersamanya, meski hanya dalam sahabat.
 Terkadang aku merasa takut, takut jika perasaan bodoh ini menghancurkan semuanya.
 Untuk itu aku berusaha memendam perasaan ini sedalam-dalamnya.
Kenapa aku tak bisa menghapus perasaan ini ?
padahal nyatanya, dia tak pernah mengharapku.
Nyatanya, aku selalu mencintanya dalam diam.
 Itupun aku hanya bisa mengaguminya dari jauh.
Dan sekarang dia semakin jauh, semakin hilang bersama wanitanya.
Oh Tuhan, sampai kapan aku harus begini?
Sampai saat ini, sudah terlalu lama ku lalui cinta bodoh ku ini.
 Mengapa sampai saat ini aku tidak bisa membuka hati untuk orang lain?
Bahkan aku tak inginkan dekat dengan orang lain.
Aku ingin bersamanya Tuhan.
 Oh tidak, aku tak boleh memaksa.
Aku tau, Engkau punyai sesuatu untukku.
Aku yakin yang akan Engkau berikan lebih baik dari apapun. 
Haaa, tapi aku merasa letih, kenapa aku belum bisa mengubah prioritas isi hatiku?
Apa mungkin hatiku tlah beku dengan namanya.
 Padahal dia tlah dimiliki orang lain, dan itu sahabatku sendiri, sahabat yang selalu aku sayang.
Aku letih seperti ini, tapi aku tak mau pergi.

Selasa, 30 September 2014

Dalam Mimpipun Kamu Meninggalkanku :'(



Semalam, saat ku tlah terlelap imajinasiku bergerak, membawaku terbang ke dalam mimpi. Disana, di dunia mimpiku, aku merasa bebas, aku bisa menari sesukaku. Hingga tiba-tiba kamu datang, tersenyum, lalu menggenggam tanganku dan membawaku lari bersamamu. Kamu membawaku ke suatu tempat yang sangat ku kenal. Yah, tempat ini, tempat dimana dulu kita tertawa bersama, tempat dimana dulu kau membuat jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. Aku sangat rindu tempat ini... kamu menatapku dan berkata, ‘kau ingat tempat ini?’ aku tersenyum. Tanpa berucap. Dalam hati aku berkata, ‘kau bodoh, tentu saja aku ingat. Aku selalu ingat tempat ini, karna aku tak pernah menghapus kenangan kita. Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu.’
kau menarik tanganku lagi, dan berlari sambil tertawa. Aku tersenyum. Aku rindu saat-saat seperti ini. Aku rindu tawamu yang manis itu :)
Namun, tiba-tiba kau berhenti. Kau menatap sesuatu, bukan, itu bukan sesuatu, melainkan seseorang. Seorang gadis yang tersenyum dan melambaikan tangan padamu. Kurasa aku kenal gadis itu, tapii, entahlah, aku lupa siapa dia.
Kamu melepas tanganku, dan berjalan kearahnya. Aku bingung, aku memanggilmu, tapi kau tak hiraukan aku. Kamu memeluk gadis itu, dan pergi meninggalkan tempat ini. Aku masih saja memanggilmu, tapi kau tak mendengarku. Kau pergii.. kau meninggalkanku. Aku terdiam, lelah memanggilmu yang tak kunjung berbalik. Dadaku terasa sesak, mataku panas, aku menangis. Sekarang aku ingat, dia adalah gadis yang membuatmu melupakanku, dia adalah gadis yang kau cintai itu. Aku terjatuh, tak kuasa menahan sesak didada. Ku pejamkan mata, menenangkan hati yang serasa sesak.
Aku terhenyak, saat sinar mentari pagi menerobos masuk. Kulihat di sekitar, ini bukan tempat itu, ini kamarku. Ah mimpi. Pikirku. Tapi mataku basah, air mata masih saja menetes. Kenapa kamu membuatku menangis lagi? Kenapa kamu masih saja hadir walau dalam mimpi. Bahkan dalam mimpi pun kamu meninggalkanku bersama gadis itu.
Entahlah, aku tak lagi ingin terhanyut dalam angan yang takkan bisa ku gapai lagi. Aku sudah lelah, dan aku menyerah. Bukan sebagai pencundang, tapi sebagai seseorang yang tak pernah kau lihat cintanya.

Minggu, 21 September 2014

Selamat Malam Obsesiku :)



Selamat malam Obsesiku
Entah  apa lagi yang aku harapkan darimu, mungkin hanya sebuah pengharapan kecil yang semakin lama kan semakin hilang. Aku berharap bisa terlepas dari obsesi gilaku ini. Selama ini, kau sebuah obsesi yang tak pernah mampu ku miliki. Obsesi dalam setiap angan yang tak pernah menjadi nyata. Kau membuat ku menggila. Kau selalu menari-nari dalam benakku. Entahlah mungkin semua orang yang tau akan hal ini akan menyebutku gila atau mungkin menggilaimu. Memang aku menggilaimu. Entah apa yang membuatku seperti ini, aku selalu menulis tentangmu, berdoa kepada Tuhan tuk milikimu, tapi Tuhan tak pernah mau aku memilikimu. Tidak, aku tidak menyalahkan Tuhan karena aku tak bisa milikimu, mungkin Tuhan miliki hal yang lebih hebat daripada hanya obsesiku terhadapmu. Aku diam saja dengan keputusan Tuhan. Aku tak mau membuatNya kecewa. Tapi aku masih dan selalu mengharapmu. Entahlah, akupun juga bingung dengan perasaan ku ini. Aku masih mengharapmu, tapi aku tak bisa lakukan apa-apa. Selama ini memang kau tak pernah menggubris hadirku, oke, aku terima. Tapi jangan pernah menyuruhku berhenti mencintai dan mengagumimu. Aku tak peduli meskipun kau tak pernah melihatku. Tapi aku disini tetap mencintaimu. Aku tak peduli meskipun kau bersama wanitamu, toh aku belum tau bahwa dia adalah kekasih sejatimu. Bukan aku mendoakan hal buruk tentangmu. Tapi aku hanya ingin mengagumimu dan aku hanya ingin menyimpan ini semua tanpa ada yang tau. Dan mungkin ini semua akan berakhir ketika aku telah sampai diujung lelah penantianku. Dan saa itu pula aku akan menjauh darimu, dan melepas obsesi yang selama ini ku pertahankan. Entah itu kapan kan terjadi. Tapi aku yakin semua ini akan terjadi suatu saat nanti. Yaa, suatu saat nanti !!!