Selamat malam Obsesiku
Entah apa lagi yang
aku harapkan darimu, mungkin hanya sebuah pengharapan kecil yang semakin lama
kan semakin hilang. Aku berharap bisa terlepas dari obsesi gilaku ini. Selama
ini, kau sebuah obsesi yang tak pernah mampu ku miliki. Obsesi dalam setiap
angan yang tak pernah menjadi nyata. Kau membuat ku menggila. Kau selalu
menari-nari dalam benakku. Entahlah mungkin semua orang yang tau akan hal ini
akan menyebutku gila atau mungkin menggilaimu. Memang aku menggilaimu. Entah
apa yang membuatku seperti ini, aku selalu menulis tentangmu, berdoa kepada
Tuhan tuk milikimu, tapi Tuhan tak pernah mau aku memilikimu. Tidak, aku tidak
menyalahkan Tuhan karena aku tak bisa milikimu, mungkin Tuhan miliki hal yang
lebih hebat daripada hanya obsesiku terhadapmu. Aku diam saja dengan keputusan
Tuhan. Aku tak mau membuatNya kecewa. Tapi aku masih dan selalu mengharapmu.
Entahlah, akupun juga bingung dengan perasaan ku ini. Aku masih mengharapmu,
tapi aku tak bisa lakukan apa-apa. Selama ini memang kau tak pernah menggubris
hadirku, oke, aku terima. Tapi jangan pernah menyuruhku berhenti mencintai dan
mengagumimu. Aku tak peduli meskipun kau tak pernah melihatku. Tapi aku disini
tetap mencintaimu. Aku tak peduli meskipun kau bersama wanitamu, toh aku belum
tau bahwa dia adalah kekasih sejatimu. Bukan aku mendoakan hal buruk tentangmu.
Tapi aku hanya ingin mengagumimu dan aku hanya ingin menyimpan ini semua tanpa
ada yang tau. Dan mungkin ini semua akan berakhir ketika aku telah sampai
diujung lelah penantianku. Dan saa itu pula aku akan menjauh darimu, dan
melepas obsesi yang selama ini ku pertahankan. Entah itu kapan kan terjadi.
Tapi aku yakin semua ini akan terjadi suatu saat nanti. Yaa, suatu saat nanti
!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar