Minggu, 31 Agustus 2014

Miris ya :')



Miris ya, kalau kita inget sma seseorang yang nggak pernah tau perasaan kita. Miris ya, kalau kita rindu seseorang yang sudah menjadi milik sahabat kita sendiri. Dan lebih miris lagi ya, kalau kita cinta sahabat kita sendiri, dan dia cintanya ke orang lain, dan orang itu adalah sahabat kita.
Sebuah cinta yang rumit dalam persahabatan. Sebuah cinta yang mungkin takkan pernah bisa terbalas, ketika dia mencintai sahabatmu. Bagaimana mungkin kamu akan protes atau marah, bahkan ketika mereka berdua tlah saling mengasihi satu sama lain. Bagaimana mungkin kamu tidak bisa terima sebuah kenyataan, jika memang lelaki itu bersama sahabatmu.
Dan itulah yang aku rasakan. Hidup dalam kebingungan, hidup dalam kemunafikan. Yah, munafik! Ketika aku harus berpura-pura baik-baik saja, ketika aku harus berpura-pura menyetujui mereka, ketika aku harus tertawa bersama mereka, dan ketika aku harus menyaksikan kemesraan mereka. Tapi apa yang kalian tau dari kata munafik? Adalah saat aku kacau seperti ini, saat aku menangis sendiri seperti ini, aku malah mendoakan hal buruk untuk hubungan mereka. Munafik ? sangat munafik bukam, bahkan lebih dari munafik. Rasanya, aku seperti pecundang yang tak tau tempat.
Aku letih seperti ini, sangat letih.  Aku letih pura-pura baikbaik saja didepan semua orang. Aku ingin menghapus perasaan ini. Aku ingin sekali membuang perasaan ini jauh-jauh. Aku hanya tidak ingin, persahabatanku hancur. Aku sayang mereka. Sayang sekali. Bahkan meskipun mereka menyakitiku.
Malam ini, aku menangis lagi. Aku rindu dia, sangat rindu. Tapi, aku tak bisa berbuat apa=apa. Aku hanya bisa diam, diam dan diam. Bahkan untuk menghubunginya lewat sms pun ku nggak berani. Aku bisa apa, ketika rindu tlah memuncak seperti ini, hanya air mata yang bisa aku kaluarkan. Hanya air mata yang mampu melegakan. Bagaiman bisa aku akan seperti ini?
Bagaimana bisa aku bertahan selama ini. 4 tahun, 4 tahun aku belum bisa membuka hatiku untuk siapapun. Sampai kapaann ? sampai kapan letihku kan menjadi titik jenuh bagiku, sampai kapan letihku menjadi bosan yang kan menghapus perasaanku? Aku tidak ingin seperti ini, aku ingin melupakan semuanya. Semuanya!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar