Semalam, saat ku tlah terlelap imajinasiku bergerak,
membawaku terbang ke dalam mimpi. Disana, di dunia mimpiku, aku merasa bebas,
aku bisa menari sesukaku. Hingga tiba-tiba kamu datang, tersenyum, lalu
menggenggam tanganku dan membawaku lari bersamamu. Kamu membawaku ke suatu
tempat yang sangat ku kenal. Yah, tempat ini, tempat dimana dulu kita tertawa
bersama, tempat dimana dulu kau membuat jantungku berdetak lebih kencang dari
biasanya. Aku sangat rindu tempat ini... kamu menatapku dan berkata, ‘kau ingat
tempat ini?’ aku tersenyum. Tanpa berucap. Dalam hati aku berkata, ‘kau bodoh,
tentu saja aku ingat. Aku selalu ingat tempat ini, karna aku tak pernah
menghapus kenangan kita. Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu.’
kau menarik tanganku lagi, dan berlari sambil tertawa. Aku tersenyum. Aku rindu saat-saat seperti ini. Aku rindu tawamu yang manis itu :)
kau menarik tanganku lagi, dan berlari sambil tertawa. Aku tersenyum. Aku rindu saat-saat seperti ini. Aku rindu tawamu yang manis itu :)
Namun, tiba-tiba kau berhenti. Kau menatap sesuatu, bukan,
itu bukan sesuatu, melainkan seseorang. Seorang gadis yang tersenyum dan
melambaikan tangan padamu. Kurasa aku kenal gadis itu, tapii, entahlah, aku
lupa siapa dia.
Kamu melepas tanganku, dan berjalan kearahnya. Aku bingung,
aku memanggilmu, tapi kau tak hiraukan aku. Kamu memeluk gadis itu, dan pergi
meninggalkan tempat ini. Aku masih saja memanggilmu, tapi kau tak mendengarku.
Kau pergii.. kau meninggalkanku. Aku terdiam, lelah memanggilmu yang tak
kunjung berbalik. Dadaku terasa sesak, mataku panas, aku menangis. Sekarang aku
ingat, dia adalah gadis yang membuatmu melupakanku, dia adalah gadis yang kau
cintai itu. Aku terjatuh, tak kuasa menahan sesak didada. Ku pejamkan mata,
menenangkan hati yang serasa sesak.
Aku terhenyak, saat sinar mentari pagi menerobos masuk.
Kulihat di sekitar, ini bukan tempat itu, ini kamarku. Ah mimpi. Pikirku. Tapi
mataku basah, air mata masih saja menetes. Kenapa kamu membuatku menangis lagi?
Kenapa kamu masih saja hadir walau dalam mimpi. Bahkan dalam mimpi pun kamu
meninggalkanku bersama gadis itu.
Entahlah, aku tak lagi ingin terhanyut dalam angan yang
takkan bisa ku gapai lagi. Aku sudah lelah, dan aku menyerah. Bukan sebagai
pencundang, tapi sebagai seseorang yang tak pernah kau lihat cintanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar