Aku sudah mulai lelah mengejarmu. Kamu berlari begitu kencang. Disini, di tempat terakhir ku berhenti, aku menunggumu. Menunggu jika kamu mau sekedar berhenti dan menyapaku. Tunggu, ku rasa kamu berhenti disana, dan berbalik ke arahku. Aku mulai bingung, ah kurasa kamu akan menyapaku kali ini. Hatiku sudah berdebar, senyum lebar tak mampu lagi ku pendam. Aku merasa sangat bahagia. Perlahan jarakmu mulai mendekat padaku. Dan, kini kamu sudah di hadapanku, tapiiii, tunggu, kamu hanya menoleh, dan berjalan lagi. Tidak, kamu tidak menghampiriku, tapi kamu menghampiri wanita di ujung sana, dan kemudian mengajaknya berlari di sampingmu. Ah, hatikuu, kenapa sakit rasanya. Air mata tibatiba menetes perlahan. Disini, di tempat terakhirku berhenti, akhirnya aku menyerah, aku tidak mampu lagi berlari. Kakiku terasa lemas, seluruh tubuhku tak mampu kugerakkan. Hanya tangis yang mampu mengungkapkan. Sekali lagi, kamu menancapkan luka itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar