Kau ingat ketika hujan waktu itu? Waktu itu, hujan tiba tiba turun deras. Dengan motor maticmu yang kita kendarai berdua, kau tancap gas untuk menghindari hujan. Tapi percuma, hujan semakin mengejar kita. Dan kamu melihat emperan toko tak berpenghuni, kau bilang "berteduh disana ya?" Tanpa menunggu jawabanku, kau langsung membawa motormu di bawah emperan toko itu. Sambil tertawa dan mulut bergetar kedinginan, kau bilang "haha dingin". Kemudian kita bercanda, membicarakan hal-hal konyol, sambil berharap hujan cepat reda. Tiba-tiba candaan kita terhenti, mendadak hening. Entahlah, mungkin kita sudah lelah bercanda, dan haus karna tawa. Sepersekian menit kita berada dalam keheningan hujan, dan kau tiba-tiba berkata, "aku akan merindukan saat-saat hujan seperti ini bersamamu". Dengan santai aku hanya menjawab, "ya, tentu saja. Hujan yang membuat kita jadi seperti manusia terlantar". Kamu kembali tertawa dan kembali membuat lelucon lelucon yang kadang garing. Ah, aku rindu saat-saat itu. Sekarang aku paham, apa yang kau katakan waktu itu. Ternyata, kau akan pergi. Menghilang tanpa memberiku kabar. Tepat seminggu setelah hujan itu, kau berpamitan untuk meninggalkan kota ini. Dan kemudian, entah kau dimana, semua menghilang. Masih ingatkah kau disana? Tentang hujan yang menahan waktu untuk kita lebih lama bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar